.:: Zawiya Naqsybandi Haqqani Balikpapan ::.
Tidak Ada Obat Untuk Satu Gigitan Setan!

By Administrator,

Views : 1149    

Favoured : 60

Published in : Shuhbah, Syaikh Nadzim

Sohbet Hari Sabtu, 15 Maret 2008
Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil al Haqqani (qs)

Oh Manusia, Jagalah Kehormatanmu!

Apakah target utama setan? Target utamanya adalah menjadikan seluruh manusia terjebak dalam perangkapnya. Siapa yang jatuh dalam perangkap setan harus ikur bersamanya ke Neraka. Setan tidak pernah senang dengan Anak-anak Adam baik disini ataupun di Akhirat, tidak, setan amat marah! Setan berkata: "Untuk alasanmu, alasan, aku jatuh, aku telah dilempar dari Hadirat Ilahiah. Oleh karenanya aku akan menggunakan seluruh kemampuan, kesanggupan, energiku, semuanya. Targetku adalah membuatmu jatuh ke dalam Neraka yang sama, tidak bahagia dalam kehidupan di bumi atau dengan kehidupan setelahnya untuk kehidupan abadi. Aku tidak pernah senang kalau manusia hidup bahagia selamanya. Tidak! Aku akan berusaha dan bersumpah bahwa aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat Anak-anak Adam bersamaku dalam kesusahan disini dan di Neraka sana!" Oleh karena itu hati-hatilah dengan Setan!

Last update: 10-04-2008 14:16

User comments Favoured Print Send to friend Related articles
PDF
Kamis, 10 April 2008 14:16
Baca selengkapnya...
 
Mengapa 'Jalan' Naqsybandi Berbeda dengan 'Jalan' Sufi Lainnya?

By Administrator,

Views : 2848    

Favoured : 203

Published in : Naqsybandi, Tentang Naqsybandi


Kalian mungkin bertanya-tanya, apakah yang membedakan Jalan Naqshabandi dengan jalan Sufi lainnya, bukankah semua jalan itu menuju kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tuhan yang sama?.

Kebanyakan Jalan Sufi menawarkan kepada pencari/aspirant suatu pembukaan dari mata hati secara bertahap. Dicapai melalui zikir, mengingat kepada Allah. Praktek spiritual ini mengandung berbagai Asma Allah Yang maha Suci dan formula2 yang mustajab lainnya. Sebagian dari praktek itu dirancang untuk menghapus kesadaran yang rendah, dan mendorong si pencari kepada keadaan kesadaran yang lebih tinggi. Latihan itu bisa berbentuk pengulangan ungkapan2 Suci sampai ribuan kali., kadang2 dikaitkan dengan latihan pernapasan, termasuk gerakan2 raga. Tidak diragukan, bahwa melalui latihan yang terus menerus dan tekun, melalui cara ini si pencari akan mengalami keadaan spiritual pada stasion yang tidak terbayangkan ketika dia berada dalam keadaan biasa. Dia bisa merasa seolah2 sedang terbang kearah tujuan surgawi, bisa melihat keanehan dan keajaiban yang tersembunyi dari sisi penciptaan.

Last update: 28-03-2008 21:56

User comments Favoured Print Send to friend Related articles
Jumat, 28 Maret 2008 21:56
Baca selengkapnya...
 
Sepuluh Bukti dari Al-Qur'an dan Sunnah bahwa Memperingati Kelahiran Nabi SAW Dapatlah Diterima

By Administrator,

Views : 4743    

Favoured : 267

Published in : Syiar Islam, Maulid Nabi


Perintah Meningkatkan Rasa Cinta dan Hormat kepada Nabi saw.

Pertama, Allah swt meminta Nabi saw. agar mengingatkan umatnya bahwa sangatlah penting bagi siapa saja yang menyatakan mencintai Allah swt untuk mencintai Nabi-Nya juga, “Katakanlah kepada mereka, ‘Jika kalian mencintai Allah swt, ikuti (dan cintai dan hormatilah) aku, niscaya Allah swt akan mencintai kalian’” (3:31).

Memperingati hari kelahiran Nabi saw. didorong oleh perintah untuk mencintai, menaati, mengingat, dan mengikuti contoh Nabi saw., serta merasa bangga dengannya sebagaimana Allah swt menunjukkan kebanggaan-Nya dengannya. Dalam Kitab Suci-Nya, Allah swt begitu membanggakannya dengan berfirman, “Sungguh engkau memiliki budi pekerti yang begitu agung” (68: 4).

Last update: 22-03-2008 01:19

User comments Favoured Print Send to friend Related articles
PDF
Sabtu, 22 Maret 2008 01:19
Baca selengkapnya...
 
Salawat Memohon Berkah untuk Rasulullah SAW

By Administrator,

Views : 598    

Favoured : 48

Published in : Syiar Islam, Maulid Nabi


Maulana Syaikh Muhammad Hisham Kabbani ar-Rabbani qs
dalam Encyclopedia of Islamic Doctrine volume 2

Bismillah hirRohmanir Rohim

Sakhawi berkata, “Abd Allah bin Amr bin al-As berkata bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda, ‘Bila kamu mendengar suara muadzdzin, ulangilah kata-kata yang diucapkannya, lalu bershalawatlah untukku. Siapa yang bershalawat untukku sekali, Allah akan memberi berkah kepadanya 10 kali. Lalu mintalah agar Allah I memberi wasila kepadaku. Itu adalah suatu maqam di Surga yang hanya akan diberikan kepada seorang hamba Allah, dan Aku sangat mengharapkan bahwa Akulah yang menjadi hamba Allah itu. Siapa pun yang memohon agar Allah memberikan wasila kepadaku, maka Aku akan memberikan perantaraanku kepadanya.” (Sakhawi, al-Qawl al-badi (hal.179), bab tentang Shalawat setelah adzan. Dia melanjutkan, “Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dan yang Empat (Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Nasai) kecuali Ibnu Majah, dan juga oleh Bayhaqi, Ibnu Zanjawayh, dan yang lainnya.”)

Last update: 13-03-2008 01:03

User comments Favoured Print Send to friend Related articles
PDF
Kamis, 13 Maret 2008 01:03
Baca selengkapnya...
 
<< Mulai < Prev 1 2 Next > End >>

Halaman 1 dari 2