| Malaikat dan Energi Jasmaniah |
|
|
|
| Ditulis oleh from email pandu sukardanu | |
|
A’udzubillahiminassy aitoonirrojiim Bismillahirrohmaani rrohiim Allahumma Sholli A’laa Sayyidina Muhammad wa A’laa Aali Sayyidina Muhammad wa Sallim “Mengapa kamu tidak mendatangkan Malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar ? Kami tidak menurunkan Malaikat melainkan dengan kebenaran (untuk membawa adzab) dan tiadalah mereka ketika itu di beri tangguh,” (QS. Al-Hijr (15) : 7-8). “ Atau engkau jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana engkau katakan, atau engkau datangkan Allah dan para malaikat berhadapan muka dengan kami” (QS. Al-Isra (17) : 92) “Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, ‘mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau mengapa kita tidak melihat Tuhan kita ?’ Sungguh, mereka telah menyombongkan diri mereka dan benar-benar telah melampaui batas (dzalim)” Ingatlah pada hari ketika mereka melihat para malaikat, pada hari itu tidak ada khabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata : ‘semoga Allah menghindarkan ini dari kami’ “ (QS. Al-Furqon (25): 21-22) Orang-orang yang ingkar/kafir (unbeliever) menolak untuk percaya kepada ALLAH, Malaikat-Nya dan Wahyu-Nya. Mereka hanya percaya pada sesuatu yang bersifat jasmaniah/fisik. Bagi mereka, percaya hanya kepada apa yang terlihat dan jasmaniah lebih praktis. Sejumlah orang yang berfikiran jasmaniah buta terhadap realitas yang ALLAH tampakkan pada anak-anak, Para Nabi, Para Wali, dan mata serta kekuatan kaum beriman untuk melihat. Kepada mereka kekuatan diberikan untuk merasakan dan melihat mahluk Malaikat yang bertempat diantara kita dan membayangkan mahluk-mahluk spiritual ini. Ketika kita melihat sesuatu dengan mata yang percaya/yakin, kita menjadi penerima yang jernih menangkap citra yang dikirimkan oleh duta spiritual itu. Kita membayangkan mereka sebagai gambar yang nyata, tidak palsu, dalam kehidupan sehari-hari. Energi adalah salah satu bentuk kekuatan kemalaikatan. Ummat manusia telah diberi izin untuk menggunakannya. Ketika kita bisa mengembangkan instrument untuk menggunakan energi dengan kecanggihan yang lebih hebat, kita dapat mencapai kekuatan penglihatan yang lebih hebat lagi dalam dunia jasmani. Energi yang digunakan untuk cahaya lampu, membawa suara pada pengeras suara, melihat citra dalam televisi, melarikan mobil, meluncurkan satelit, menjaga kita tetap hangat di musim dingin, dan tetap dingin di musim panas, semuanya hakekatnya sama. Hanya instrumennya yang berubah. Demikian pula dengan energi kemalaikatan yang berubah dari satu orang ke orang lain. Sumbernya satu dan sama. Ketika manusia meningkatkan dirinya pada kemurnian diri /spiritual yang lebih tinggi, mereka bisa menggunakan energi ini agar lebih kuat dan lebih kelihatan bagi orang lain sebagai hamba ALLAH. Mereka sendiri menjadi pesuruh bagi tenaga kemalaikatan ini. Malaikat dan kekuatan mereka tidak diturunkan untuk memuaskan tingkah atau keingintahuan orang-orang kafir. Mereka diutus untuk membawa ilham kepada hamba ALLAH, untuk melaksanakan sabda-Nya, untuk menolong orang dalam kehidupan sehari-hari mereka dan memecahkan masalah mereka. Mereka meninggikan dan melindungi anak-anak melalui masa kecil mereka agar membawa semua manusia ke derajat yang lebih tinggi yang bisa mereka capai di Hadirat Ilahiah. Malaikat dan tenaga kemalaikatan mereka tidak menolong tiran dan penindas yang mendominasi dunia ini. Malahan, mereka mencari manusia lembut hati untuk mengarahkan mereka dan mengajarkan mereka bagaimana menjaga dunia ini dengan tertib dan suci dari polusi spiritual dan jasmaniah/fisikal. Mereka memutuskan energi mereka dari siapapun yang berusaha merusak alam, binatang, atau manusia, atau mengeksploitasinya demi kepentingan pribadi. Sumber energi kemalaikatan terletak pada 360 pilar. Setiap pilar bisa memuat keseluruhan alam yang terlihat. Jarak antara satu pilar dengan pilar berikutnya adalah 500 ribu tahun ALLAH, dan “Satu hari yang kadar lamanya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” , (QS. As-Sajdah (32) : 5). ALLAH telah menciptakan untuk tenaga kemalaikatan ini 1.600.000 kepala. Setiap kepala memiliki 1.600.000 wajah. Setiap wajah memiliki 1.600.000 mulut. Setiap mulut memiliki 1.600.000 bahasa yang berbeda. Untuk setiap pujian kepada ALLAH, ALLAH menciptakan 1.600.000 malaikat. Seluruh malaikat ini akan berkata pada Hari Kiamat, “Ya ALLAH berikanlah pahala pujian kami kepada hamba-hamba Mu yang beriman diantara manusia.” |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|


