| lstiqamah: Pekerti yang Mencakup Segala llmu yang Bermanfaat |
|
|
|
| Ditulis oleh Pandu Sukardanu | |
|
A’uudzu billaahi minasy syaythaanir rajiim Bismillahir rahmaanir rahiim.Alhamdulillahi robbil ‘alaamin Allaahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaa Sayidina Muhammadin wa ‘alaa aali Sayidina Muhammadin wa ashaabihi wa azwajihi wa dzuriyyatihi wa ahli baitihi ajma'in. Yaa Mawlana Yaa Sayyidi Madad al-Haqq. [Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra] lstiqamah: Pekerti yang Mencakup Segala llmu yang Bermanfaat Ber-istiqamah1 di atas shirath mustaqim, jalan kebenaran yang lurus, yang menyampaikan kepada Allah Swt. dengan cara sempurna tanpa sedikit pun kebengkokan atau penyimpangan adalah sesuatu yang tidak mungkin atau terlampau sulit dalam pengamalannya. Kecuali bagi para nabi yang ma'shum2 dan para wali yang terpelihara di antara kalangan shiddiqin yang berkedudukan tinggi. Allah Swt. berfirman: Beristiqamahlah kamu pada jalan benar sebagaimana diperintahkan kepadamu dan juga orang yang telah tobat beserta kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Janganlah kamu cenderung kepada orang-orang zalim, yang menyebabkan kamu disentuh api neraka. Dan, sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang pelindung pun selain Allah, kemudian kamu tidak tertolong. Dirikanlah shalat pada kedua tepi siang, pagi dan petang, dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatat bagi orang-orang yang ingat. Dan, bersabarlah karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS Hud [11]:112-115) Maka, karena itu, serulah mereka kepada agama ini dan beristiqamahlah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka, dan katakanlah, "Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allahlah Tuhan kami dan Tuhan kamu, bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu; tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu. Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah tempat kembali kita semua." (QS Al-Syura [42]: 15) Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah," kemudian mereka beristiqamah (meneguhkan pendirian mereka), malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, janganlah merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindung mu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh pula di dalamnya apa yang kamu minta sebagai hidangan bagimu dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Fushshilat [41]: 30-32) Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah," kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka dada pula berdukacita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS Al-Ahqàf [46]: 13-14) Nabi Saw telah bersabda: "Beristiqamahlah kamu walaupun kamu takkan dapat melakukannya dengan sempuma." Dalam hadis lain, beliau berkata: "Luruskanlah dirimu dan janganlah berlebih-lebihan. Ketahuilah bahwa tiada seorang pun dapat selamat berdasarkan amalnya semata-mata. " Para sahabat bertanya, "Walaupun Anda sendiri, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Benar, aku pun tak dapat selamat kecuali apabila Allah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya atas diriku." Sufyan bin Abdullah r.a. berkata kepada Nabi Saw, " Ya Rasulullah, katakanlah untukku sesuatu tentang Islam yang takkan kutanyakan kepada orang selain engkau." Beliau menjawab, "Ucapkanlah aku beriman kepada Allah dan setelah itu beristiqamahlah. " Sayidina Umar r.a. berkata, "Beristiqamahlah kalian, jangan berputar-putar untuk menipu laksana seekor rubah." Istiqômah adalah pekerti yang mencakup ilmu-ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia, serta amal-amal yang saleh dengan lurus dan teguh, tidak goyah dan tidak goyang, tidak bengkok dan tidak menyimpang, seperti yang dikatakan oleh seorang dari kalangan salaf saleh, "Kemuliaan yang mencakup segalanya ialah istiqamah." Seorang dari kalangan mereka berjumpa dengan Rasulullah Saw. dalam mimpi dan berkata kepada beliau, "Ya Rasulullah, ketika pernah dikatakan kepada Anda bahwa Anda telah memasuki usia tua, Anda menjawab, Ayat-ayat tentang Hud dan yang serupa seperti itu telah membuat aku tua.' Sesungguhnya apanya, ya Rasulullah, yang telah membuat Anda tua? Rasulullah Saw. menjawab, 'Firman Allah, Maka ber-istiqâmah- lah kamu pada jalan yang benar, dan seterusnya (lihat QS Hud [11]: 112 seperti tersebut di atas). Dalam beberapa hadis lainnya, beliau pernah diberitakan berkata, "Ayat-ayat yang ditujukan kepada Hud dan ayat-ayat lainnya yang serupa dengan itu telah membuatku tua. Di sanalah kebinasaan berbagai bangsa, yaitu firman Allah, Kebinasaanlah bagi kaum Ad (QS Hud [11]: 60); Ingatlah, kebinasaan bagi kaum Tsamud (QS Hud [11]:68); Ingatlah, kebinasaan bagi penduduk Madyan (QS Hild [11]: 95)." Hal ini tidak bertentangan dengan yang disebutkan dalam mimpi seperti yang tersebut di atas. Sebab, semua itu sesuai dengan situasinya dan dapat dibenarkan. Kendati yang disebutkan dalam riwayat hadis kedudukannya lebih tinggi dan lebih sempurna daripada yang dalam mimpi, betapapun ia merupakan suatu karunia kebaikan yang diperoleh seorang sahabat atau seorang saleh. Wallahu a’lam Wa min Allah at taufiq hidayah wal inayah, wa bi hurmati Habib wa bi hurmati fatihah!! 1. Istiqamah: tetap bertahan dalam perilaku yang lurus dan bersih. 2. Ma'shilm: beroleh penjagaan dan pemeliharaan Allah Swt. dari perbuatan dosa dan kesalahan. |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
Links 














