| Imajinasi |
|
|
|
| Ditulis oleh Maulana Sheikh Muhammad Nazim al Haqqani | |
|
Semoga Allah memberikan karunia-Nya pada Anda, demi kehormatan dari hamba-Nya yang paling terhormat dan Ia cintai, Penghulu dari alam semesta, Penghulu dari seluruh makhluq. Seluruh makhluq ciptaan adalah manifestasi (tajalli) yang datang dari wilayah-wilayah yang tak diketahui, samudera-samudera Allah 'Azza wa Jalla yang tak diketahui. Semuanya termanifestasikan hanya demi kehormatan beliau (salla-Allahu 'alayhi wasallam). Mata air utama yang datang dari wilayah tak diketahui yang ada. Wujud (keberadaan) sejati hanyalah dari Allah Yang Mahakuasa, tak ada yang wujud bersama-Nya, tak ada yang dapat mengatakan, "Aku di sini bersama-Mu." - Tak mungkin. Apakah Anda kira bahwa zarrah terkecil di antara makhluq-Nya, katakanlah misalnya atom-atom, tak terlihat oleh manusia, partikel-partikel massa yang tak terlihat itu, tak mungkin dapat dilihat sebagai wujud materi.
Suatu wujud material hanya dapat meraih wujudnya (eksistensinya) lewat lima indera Anda. Dan di luar kelima indera Anda, maka ia hanya menjadi sesuatu, yang harus Anda terima (sebagai suatu konsep, penj.), karena logika pikiran Anda mengatakan bahwa jika Anda tidak menerima eksistensi partikel-partikel massa yang demikian kecil seperti itu, Anda tidak dapat mencerna terjadinya bangunan alam semesta yang demikian besar ini, ruang angkasa dan segala sesuatu di dalamnya. Mentalitas manusia - mentalitas yang sehat - memerintahkan dan memaksa pikiran manusia untuk dapat menerima konsep eksistensi partikel-partikel massa amat kecil tersebut. Untuk menerima sesuatu yang tidak mungkin terjangkau dan tersentuh oleh keberadaan material (biasa, penj.), yaitu keberadaan partikel-partikel tsb.
Karena itulah, ketika Allah SWT berfirman pada permulaan Quran Suci: Bismillahi Rahmani Rahim. Alif Laam Meem. Alif-lam-meem Dzalika alkitabu la rayba feehi hudan lilmuttaqeena Alladzeena yu'minoona bilghaybi...
Padahal untuk setiap gerakan, pasti akan disertai suara, sedangkan atom bergerak dengan kecepatan sangat tinggi... hingga mungkin - sebagaimana pernyataan mereka kecepatannya mencapai kecepatan cahaya, seperti pada elektron. Anda harus membangun dan menyusun pengetahuan Anda, tanpa menaruh suatu dasar atau fondasi, pengetahuan Anda tidak bermakna apa-apa, ia hanya akan menjadi imajinasi. Karena itu, hal ini amat penting:Alladziina yu'minuuna bi al-ghaybi... [orang-orang yang percaya pada yang tak terlihat/ghaib]... akal yang sehat. Seorang ilmuwan sejati, seorang yang benar-benar terpelajar, haruslah mendasarkan pengetahuannya atas suatu realitas ghaib (tak terlihat); ia mesti memerintah mentalitasnya, "Kau harus mendasarkan dirimu pada suatu fondasi yang kokoh." Karena itulah, Subhanallah (Maha Suci Allah), tak seorang pun dapat mengingkari realitas ghaib, yang bisa mengingkarinya hanyalah orang bodoh yang tak tahu apa-apa. Segala sesuatu pastilah bergantung pada hal-hal yang ghaib...
Bahwasanya apa yang Anda katakan tadi (partikel-partikel terkecil) adalah material utama dari makhluq ciptaan dan bagaimana ia muncul... Sumber yang pertama muncul berasal dari daerah-daerah yang tak diketahui, ia akan muncul melalui Penutup para Nabi (Khatmul Anbiya'), Yang Paling Terhormat dan Yang Terpuji - pastilah itu - hanya SATU - pasti!
Karena wujud fisik atau material Anda, juga pikiran Anda tak akan mampu menjangkau pemahaman akan batu-batu utama pembangun alam-alam semesta. Saat pikiran Anda berhenti dan tak mampu lagi, maka mentalitas Anda akan memerintah pikiran Anda: Percayalah! Imanilah! Anda harus percaya/beriman. Jika Anda tidak percaya pada realitas-realitas ghaib yang tak terlihat, dan Anda mengatakan bahwa Anda hanya mempercayai apa yang sedang Anda lihat, maka hal itu adalah batil, kekeliruan, kebodohan. Anda harus percaya dan beriman.
'JADILAH!' 'KUN!' 'BE!'... dan muncul dalam wujudnya. Mereka malu untuk menerima perintah suci-Nya dan saya bertanya, 'dengan perintah siapakah big bang itu terjadi?' Saya bertanya, "Siapakah yang ada di situ sebelumnya untuk me'naruh'-nya? Ledakan itu sendiri tidaklah penting, tetapi siapa di luar itu yang telah menciptakannya? Jika ia (asal big bang) itu adalah sesuatu yang hidup, maka ia mungkin memerintahkan dirinya sendiri, tapi Anda katakan bahwa itu adalah suatu materi. Mereka bersikeras akan materialisme. Berlarian ke sana ke mari untuk mencari bukti bahwa materialisme adalah suatu kebenaran. Tak mungkin! Itu adalah tak mungkin! Mereka hanya hidup melalui imajinasi mereka. Siapa yang menaruh big bang itu di sana? Suatu tangan tak terlihat telah menciptakannya. Katakan. Mereka mengatakan, 'tidak'. Lalu bagaimana? Jatuh dari atas? Meloncat dari bawah? Berlarian dari Selatan ke Barat? Dari Barat ke Timur? Orang-orang yang begitu angkuh tapi tak berpikiran sehat; tak pernah mau menerima realitas karena pikiran-pikiran mereka seperti orang-orang tipe Mongol.
Orang-orang tipe Mongol dapat mengerti akan sesuatu? Kepala-kepala mereka telah tertipu oleh materialisme dan saya bertanya bagaimana atom besar (dalam teori big bang, penj.) itu dapat ditemukan di tempat itu? Di tempat mana? Di Timur? Di Barat? Di Atas? Di Bawah? Di Kanan? Di Kiri? Dan bagaimana menaruhnya? Bagaimana ia dapat ditemukan di sana tanpa apa pun? Anda berkata bahwa mereka mempunyai bukti - pikiran mereka tidak pernah bekerja.
Materialisme didasarkan atas kekeliruan/kebatilan dan digunakan untuk menipu orang-orang, dan kemudian mereka menamainya 'alam' 'nature'. Apa itu alam? Kapan big bang itu terjadi? Apakah saat musim panas? Di malam hari? Di siang hari? Satu detik yang kemudian terbagi menjadi semiliar bagian? Dengan instrumen apa Anda mengukur hal ini? Kemudian mereka memakai sebuah topi yahudi dan mengatakan nya. Mungkin keledai lebih mengerti daripada Anda! Tak ada seorang pun dapat tertipu, kecuali orang-orang yang seperti mereka. Dan mereka selalu merasa ragu bahkan atas diri mereka sendiri, mereka tak pernah puas, dan hati nurani mereka tak pernah menerima, tapi mereka adalah orang-orang yang angkuh.
Tidak akan pernah air yang sama mengalir di sungai itu, selalu air yang baru.Karena itulah, Anda tak dapat bertanya tentang ciptaan-ciptaan yang mengalir dari sumber utama, kapan ia mulai mengalir, kapan akan berhenti. Anda tak akan menemukan jawabannya. Bagaimana Anda dapat bertanya kapan penciptaan dimulai? Karena saat itu belum ada yang namanya 'waktu'. (Tidak ada 'kapan', penj.). Anda tak dapat bertanya 'Di mana' atau 'Kapan' karena keduanya masih belum eksis, belum wujud. Anda hanya melihat dan memandang bahwa penciptaan mengalir tanpa henti dan ia tak dapat dihentikan. Ia mengalir dari kekekalan (eternity) menuju kekekalan dan Anda lewat melaluinya, lewat, lewat, lewat... ke mana? Ke mana perginya? Anda tak dapat mengetahuinya. Hanya Sang Pencipta yang mengetahuinya, bukan makhluq.
Begitu banyak hari, bulan, dan tahun telah berlalu, kesemuanya telah berada dalam daerah imajinasi. Mereka semua telah menjadi khayalan belaka. Mungkin kita masih dapat mengingat sebagian di antaranya, tapi untuk sebagian besar di antaranya, kita hanya berkata, "Saya lupa". Dan suatu hari nanti, Anda pun akan dilupakan. Karena keberadaan mereka, wujud mereka hanyalah suatu penampakan, suatu wujud khayali; habis...
Karena itulah, Anda harus berusaha untuk menyimpan sesuatu melalui keberadaan khayali kita ini, untuk membawa sesuatu, menyimpan sesuatu, yang dapat bernilai di Hadirat Ilahi. Jika Anda meninggalkan (hal ini) untuk kemudian sekedar berlarian dalam hidup Anda, tanpa mengambil atau menyimpan apa pun darinya, Anda akan bangkrut... Jangan menganggap bahwa keberadaan/eksistensi Anda adalah suatu keberadaan sejati. Anda harus memahaminya, Anda harus percaya bahwa keberadaan Anda hanyalah sekedar suatu penampakan (appearance, mirage..), suatu visi/pemandangan belaka. Hari ini segera habis, dan malam nanti pun segera bergabung dengan yang lainnya menuju samudera-samudera yang tak nampak, dan kita tetap berpikir bahwa yang sedang mengalir adalah sungai yang sama....dengan mengatakan bahwa 'saya tidaklah sama hari ini'.
Tidak, tapi sebenarnya telah 'hilang' 'wafat' (passed away) dan wujud khayali kita akan terus berlari hari demi hari, hari demi hari, kemudian tak ada lagi wujud; habis - kita mesti mengerti bahwa kita hidup dalam dunia-dunia khayalan untuk suatu alasan yang hanya Sang Pencipta, hanya Dia yang mengetahui maksud sesungguhnya dari penciptaan-Nya akan makhluq-makhluq. Dan maksud ini akan menjadi jelas buat Anda, saat waktu Anda habis, saat hari-hari Anda selesai, saat wujud imitasi Anda musnah dan Anda masuk ke dalam keberadaan hakiki diri Anda, yaitu ketia Anda masuk ke dalam samudera-samudera milik Allah 'Azza wa Jalla. Saat itulah Anda dapat melihat di sana, melihat siapa diri Anda, dan apa yang telah Anda perbuat. |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|




As Salam alaykum. Dustur ya Sayyidi.Audhu billahi minash shaitana rajim. Bismillahi Rahmani Rahim.