| Abu Ahmad as-Sughuri q.s. |
|
|
|
| Ditulis oleh Maulana Syekh Muhammad Hisham Kabbani q.s. | |
Beliau adalah Penerus Ilmu Rasulullah e di masanya, Imam para Kutub, dan Penasihat dari Kerajaan Bimbingan. Beliau melepaskan dahaga spiritualnya dengan minum dari sumber Pengetahuan Surgawi dan beliau mencapai maqam fana di usia 30 tahun. Beliau adalah puncak para Awliya yang zuhud. Beliau ditunjuk oleh Kerajaan Surgawi sebagai Khalifah Kerajaan ini di bumi. Dalam dirinya terkombinasi dua jenis pengetahuan, dan beliau memperoleh dan memahami manfaat dari Taraqat dan aqaqat. Beliau menjadi pusat segala Inspirasi Surgawi dan Wahyu. Beliau adalah Rahasia dari Rahasia Allah I dan Keajaiban dari Keajaiban Allah I. Beliau adalah Panji-Panji yang unik dari Pengetahuan tentang Spiritualitas dan Pengetahuan dari Pena. Beliau bagaikan Bintang Kutub yang memberi arah dan menerangi jalan bagi orang-orang di masanya. Beliau memulihkan hati yang mati dan beliau mengenakan jubah Wali Besar. Tidak ada satu atom pun di bumi ini yang tertinggal tanpa dukungan kekuatan spiritualnya. Beliau lahir di Sughur, sebuah desa di Daghestan pada hari Rabu, 3 Rajab 1207H/1789 AD. Beliau berdiri pada singgasana Kutub selama 40 tahun. Kepopulerannya tersebar ke mana-mana. Beliau melatih para pengikutnya dan meninggalkan mereka dengan kekuatan spiritualnya. Jika seseorang muncul dalam kehadiratnya, walaupun hanya 1 jam, dia akan diangkat ke Maqam Pendengaran dan Maqam Pengelihatan. Beliau berkata, �Aku tidak tergantung pada upaya murid, tetapi Aku bergantung kepada cahaya yang Allah I berikan kepadaku untuk murid itu. Aku mengangkatnya dengan cahaya itu, karena Aku tahu tidak mungkin orang itu meraih Maqam Tanpa Sekat dengan usahanya sendiri. Itulah arti dari do�a Rasulullah e, �Ya Allah I, jangan tinggalkan Aku kepada egoku walau hanya sekejap.� Berikut ini adalah beberapa ucapannya: Konon ketika masih muda, beliau biasa melihat Nama Allah I tertulis di cahaya antara bumi dan langit. Hal itu membangkitkan kesederhanaan dan kerendahan hati yang luar biasa. Tidak ada yang sanggup mengambil fotonya. Bila ada orang yang mencobanya, kameranya akan rusak. Demikian pula ketika orang mencoba menggambarkan wajahnya di atas kertas, penanya tidak akan bergerak, atau pada hari berikutnya gambarnya akan hilang. Beliau berkata, �Aku tidak ingin dikenal di dunia ini setelah Aku meninggalkannya, karena Aku tidak mengharapkan diriku mempunyai suatu eksistensi.� Beliau sering melakukan shalat Fajar (Subuh) dengan wudhu yang sama ketika melakukan shalat `Isya, menunjukkan bahwa beliau tidak tidur. Suatu saat ketika beliau sedang bepergian dengan keluarganya menuju Hijaz, mereka terjebak di padang pasir tanpa memiliki air. Keluarganya sangat haus. Beliau berkata kepada pelayannya, �Pergilah kalian dan carilah sedikit air.� Dia berkata, �Wahai Syaikhku, bagaimana Aku bisa menemukan air di tengah padang pasir ini?� Dia bertanya kepada orang di karafan apakah ada yang mempunyai air, tetapi tak seorang pun mempunyainya dan semua kantong air telah kosong. Kemudian Syaikh mengambil kantong air yang kosong itu dan pergi ke gurun selama 10 menit. Ketika beliau kembali, kantongnya telah terisi penuh dan dengan air dan beliau memuaskan dahaga semua keluarganya termasuk orang-orang dalam karafan itu. Beliau lalu mengisi semua kantong air di karafan itu dengan air yang berasal dari satu kantong yang dimilikinya, kemudian beliau kembali ke keluarganya dengan kantong air yang masih penuh seolah-olah tidak pernah digunakan sebelumnya. Dari Kata-katanya Jihad Beliau Mereka duduk dengan keadaan itu selama beberapa jam, kemudian seorang pria berlari menembus kerumunan. Dia adalah seorang opsir Rusia. Sayyidina Abu Ahmad k bertanya kepadanya, �Bukankah engkau putra temanku, Ahmad? Mengapa engkau menjadi opsir Rusia? Engkau adalah warga Daghestani. Engkau tidak boleh bersama mereka pada saat mereka membunuh Muslim.� Kemudian dia berkata kepada Syaikh, �Ya Syaikhku, Aku akan mendengarmu.� Beliau berkata, �Sudah tentu engkau akan mendengar kami, bahkan binatang buas di hutan pun mendengarkan kami ketika kami pergi ke sana untuk berdzikir. Kuda-kuda ini pun mendengarkan kami dan tidak akan bergerak kecuali atas perintah kami. Ayahmu adalah seorang Syaikh besar dan Aku berkata engkau harus meninggalkan mereka. Engkau akan menjadi seorang Wali. Wahai anakku, jangan tinggalkan orang yang mempunyai pengetahuan eksoterik dan esoterik sekaligus. Lihatlah makam itu dan jangan lupa bahwa suatu hari engkau dan Aku akan dimakamkan di sana.� Dengan segera opsir muda itu melepaskan seragamnya dan mengambil bay�at dari Syaikh. Tentara Rusia lalu menangkapnya sebagai tahanan. Kemudian Sayyidina Abu Ahmad as-Sughuri k berkata, �Sekarang engkau diizinkan untuk bergerak, � dan kuda-kuda itu pun mulai bergerak. Allah I dan Rasulullah e mencintainya karena ketulusannya. Syaikhnya sangat senang dengannya, dan warga desa sangat menyayanginya. Setiap kali beliau dilepaskan dari penjara, rumahnya selalu penuh dengan beraneka ragam makanan dan tamu. Mereka bertanya kepadanya, �Engkau tidak bekerja, tentara Rusia memerangimu dan engkau berperang melawannya, bagaimana mungkin rumahmu selalu dipenuhi makanan? Beliau berkata, �Setiap orang yang berjuang di jalan Allah I akan disediakan rezeki baginya. Dan itulah yang Allah I katakan dalam al-Qur�an, �Setiap kali Zakariyya u masuk untuk menemui Maryam y di Mihrab, dia mendapati makanan di sisinya.� [3:37]. Wafatnya Bertahun-tahun setelah wafatnya, anak perempuannya melihat beliau dalam mimpinya. Beliau berkata kepadanya, �Wahai putriku, batu di makamku telah jatuh dan menimpa dadaku sehingga menekan dan menyakitiku.� Esok harinya putri beliau pergi ke Syaikh di kotanya dan menceritakan mimpi itu. Dia juga menceritakan mimpinya kepada setiap orang yang dijumpainya. Orang-orang mempercayai mimpi itu dan dengan segera pergi dan membuka makamnya. Mereka menemukan bahwa batu yang menutupi tubuhnya telah jatuh, dan dinding makam itu telah runtuh di sekeliling tubuhnya. Mereka menemukan tubuhnya dalam keadaan bersih dan tidak berubah. Kain kafannya masih tetap putih, seolah-olah beliau baru di makamkan pada saat itu. Mereka memindahkan tubuhnya, lalu menggali ulang makam itu dan meletakkan tubuhnya kembali. Setiap orang merasa terkejut dan heran bagaimana beliau bisa sampai ke dalam mimpi putrinya dan mengatakan tentang situasi di makamnya. Yang lebih mengagetkan lagi, kondisi tubuhnya masih sempurna. Setelah melihat hal ini, mereka semua melakukan bay�at dengan penerusnya, Sayyidina Abu Muhammad al-Madani k. Sayyidina Abu Ahmad as-Sughuri k mempunyai dua orang khalifah, yaitu: Abu Muhammad al-Madani k dan Syaikh Syarafuddin ad-Daghestani k. Rahasia dari Mata Rantai Emas diteruskan kepada yang pertama, dan setelah wafatnya diteruskan kepada khalifah keduanya. |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
Rantai Emas


