| Awas ! Syeikh Selalu Memperhatikan Kalian |
|
|
|
| Ditulis oleh Maulana Syeikh Hisyam Kabbani (q) | |
|
Suatu Ketika Graindsyeikh Mawlana Syeikh Abdullah ad-Daghestani (q) duduk bersama Syeikh Syarafuddin ad-Daghestani (q) pada sebuah Konferensi Para Ulama. Seorang pria memasuki ruangan sambil membawa sebuah Al-Qur'an berukuran besar. Dia berjalan menuju ke arah Grandsyeikh dan berteriak "berdiri !!", semua yang hadir khawatir dia akan berbuat sesuatu pada Grandsyeikh. Grandsyeikh berdiri dan laki-laki itu meletakkan Qur'an diatas sebuah kursi. Semua Ulama memperhatikan apa yang akan dia lakukan. "Duduklah diatas Qur'an itu" perintahnya pada Grandsyeik, Syeikh Syarafuddin ad-Daghestani (q) hanya tertawa melihat hal itu, tetapi para ulama terlihat geram dan marah, "apa maksudmu menyuruh Grandsyeikh duduk diatas Qur'an ? Haram !! Hal itu tidak bisa dibenarkan" Namun sekali lagi pria itu berteriak "itu dibenarkan !! aku ini alim, aku paham tentang Al-Qur'an didalam hatiku dan hafal setiap ayat-ayatnya, tetapi apa yang beliau lakukan padaku kemarin, tidak bisa dilakukan oleh Al-Qur'an. Beliau mampu melakukannya karena beliau adalah Qur'an Natiq, Qur'an yang bisa berbicara !" Grandsyeikh tidak melakukan apa yang diperintahkan pria itu. Namun semua yang hadir ingin mendengar cerita selengkapnya. Pria itupun mulai bercerita, "Kemarin seseorang mengundangku untuk mengajarkan Al-Qur'an pada anak-anaknya. Akupun pergi kesana dan mengajari mereka. Ketika anak-anak telah tidur, nyonya rumah yang sangat cantik bermata biru dari Dahestan mengajakku untuk tidur dengannya. Setan pun menggodaku, Apa yang bisa kulakukan ? Akupun masuk kekamarnya dan mulai membuka baju ..." (kalian bisa lihat, dalam situasi ini ajaran Mawlana mencakup kalangan bawah sampai komunitas atas, beliau mampu mengajari segalamacam strata masyarakat dan berbicara menurut apa yang mereka sukai sehingga membuat mereka semua bahagia) "Wanita itu membuka pakaiannya. Akupun melakukan hal yang sama dan kami menuju ke arah tempat tidur. Allah SWT memberiku nafsu syahwat lebih besar daripada pemuda di desaku, aku mempunyai nafsu terhadap wanita 70 kali lebih besar dari mereka, dalam semalam aku bisa melakukannya selama 10 kali, aku sangat mencintai Grandsyeikh, namun aku tidak kuasa menahan diri, maka ketika dia mengundang aku pun masuk kekamarnya, setelah sampai ketempat tidur aku mulai memeluknya, namun gambaran wajah Grandsyeikh Abdullah (q) muncul di dinding. Ketika aku melihatnya aku pun berpaling dan mengacuhkannya. Namun Grandsyeikh muncul di permukaan dinding lain, kemanapun aku menoleh gambaran Grandsyeikh tetap muncul. akhirnya aku berpikir tidak apa-apa, aku akan berada diatas, sehingga hanya wajah wanita itu yang terlihat olehku", dan ketika pria itu akan melakukannya, Grandsyeikh muncul dan berteriak "AWAS !!" begitu beliau berteriak "Awas", maka ibu jari-jariku terbelah dan sperma keluar dari sana, aku kehilangan segala gairahku, Grandsyeikh mengambil semua nafsu-nafsuku, lihatlah ibu jariku ini" semua orang melihat ibu jarinya yang terbelah dua dan terbuka tanpa terlihat ada luka disana, "semua nafsu seksualku keluar lewat jari ini. Apa yang Al-Qur'an tidak lakukan padaku, Grandsyeikh mampu melakukannya. Beliau yang membuat aku bertaubat, Beliau harus duduk diatas Al-Qur'an, karena beliau adalah Qur'an yang bisa berbicara ... " Pada saat itu seluruh Ulama berpaling dan segera mendatangi Grandsyeikh dan Syeikh Syafaruddin (q) Hati-hatilah !! Para Syeikh mengetahui, mereka mendengar, melihat dan bahkan merasakan, namun mereka tidak mengatakan apa pun. Mereka melindungi kalian, namun ketika sampai pada ambang batas, hudud dan atas izin Allah SWT, maka mereka mampu berbuat apapun untuk mengingatkan kalian. Saat itulah kalian dalam bahaya. Untuk itu jagalah cinta kalian pada Grandsyeikh Abdullah (q) Mawlana Syeikh Syarafuddin (q) (semoga Allah SWT mencurahkan berkah pada mereka) dan juga pada Mawlana Syeikh Nazim (q) didalam hati kalian. Wa min Allah at-tawfiq bi hurmat al Fatiha
Comments (0)
![]() Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.
Copyright 2007. All Rights Reserved. |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|



Grandsyeikh tidak melakukan apa yang diperintahkan pria itu. Namun semua yang hadir ingin mendengar cerita selengkapnya. Pria itupun mulai bercerita, "Kemarin seseorang mengundangku untuk mengajarkan Al-Qur'an pada anak-anaknya. Akupun pergi kesana dan mengajari mereka. Ketika anak-anak telah tidur, nyonya rumah yang sangat cantik bermata biru dari Dahestan mengajakku untuk tidur dengannya. Setan pun menggodaku, Apa yang bisa kulakukan ? Akupun masuk kekamarnya dan mulai membuka baju ..." (kalian bisa lihat, dalam situasi ini ajaran Mawlana mencakup kalangan bawah sampai komunitas atas, beliau mampu mengajari segalamacam strata masyarakat dan berbicara menurut apa yang mereka sukai sehingga membuat mereka semua bahagia) 
